Rabu,  28 July 2021

Disindir DPR Di Senayan Diam, Ini Jawaban Ahok Soal Premium Saat Sowan Ke Gibran  

NS/RN
Disindir DPR Di Senayan Diam, Ini Jawaban Ahok Soal Premium Saat Sowan Ke Gibran  
Ahok ketemu Gibran di Solo.

RN - Maraknya oplos gas 3 kg dan penjualan premium membuat kalangan DPR geregetan. Saat rapat dengar pendapat atau RDP di Gedung DPR, Ahok habis disindir. 

Tapi, Ahok sepertinya tidak banyak bicara saat disindir Ketua Badan Anggaran (Banggar) Said Abdullah. Ahok yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina disindir soal Premium sebagai BBM. Namun di Indonesia hal tersebut masih dilakukan dan diproduksi oleh Pertamina.

"Di dunia ini cuma republik ini yang pakai Premium pak. Kenapa kita masih pakai Premium. Masih kita yang pakai Premium," kata Said dalam RDP yang disiarkan TV Parlemen, Rabu (7/4/2021).

BERITA TERKAIT :
Soal Satpol PP Gadungan, Anies Diminta Awasi Pungli Rekrutmen PJLP DKI
KPK Janji Akan Usut Keterlibatan Azis Syamsuddin Dalam Kasus Suap 

Dia pun mempertanyakan mengenai Pertamina yang masih menjual BBM jenis Premium sekaligus menyindir Ahok.

"Apa pemerintah kalah sama importir? Kenapa Ahok tidak ubek-ubek importir itu ya daripada ubek-ubek yang lain," tambahnya.

Sindiran tersebut mulanya saat Said membahas mengenai penyaluran subsidi LPG yang tidak tepat sasaran karena masih menggunakan skema lama atau berbasis barang. Dia menganggap skema yang saat ini menimbulkan moral hazard di lapangan seperti praktik oplos.

Dengan skema yang lama, dia juga mengatakan masih ada selisih harga yang harus ditutupi oleh pemerintah. Selisih itu biasanya ditutup dengan anggaran kompensasi.

"Berarti yang oplos itu untungnya luar biasa. Sudah 3 kg untungnya ditambah oplos lagi," jelasnya.

Oleh karena itu, Said meminta pemerintah harus segera menyelesaikan masalah penyaluran subsidi energi. Dirinya tidak ingin penyaluran subsidi hanya menjadi beban bagi APBN. Adapun usulan skema pemberian subsidi menggunakan skema langsung kepada konsumen atau orang yang mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial.

Berbeda saat Ahok bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming di Rumah Dinas Loji Gandrung, Rabu (7/4/2021) malam. Ahok bicara saat ditanya wartawan.

"Premium secara kebutuhan ekonomi memang rakyat masih membutuhkan," kata Ahok.

Ahok juga mengatakan, dirinya sempat melakukan penghapusan premium untuk wilayah DKI Jakarta. "Itu kan (premium) memang dulu di DKI sudah pernah saya hapus malahan," terang Ahok.

Hanya saja, Ahok melanjutkan, di beberapa wilayah Indonesia saat ini memang masih membutuhkan premium. Namun masyarakat tetap didorong mengkonsumsi BBM yang kadar oktannya lebih tinggi dibandingkan Premium.

"Tapi di beberapa daerah memang membutuhkan (Premium), Itu kita baru bikin program langit biru," tutur Ahok.


 

#Ahok   #Pertamina   #DPR