Minggu,  20 June 2021

Manuver PPP

Bicara Poros 2024 Dengan PKS, Apakah Ini Gertakan Suharso Agar Gak Kena Reshuffle?

NS/RN/NET
Bicara Poros 2024 Dengan PKS, Apakah Ini Gertakan Suharso Agar Gak Kena Reshuffle?
PKS dan PPP bertemu bicara koalisi 2014.

RN - Isu reshuffle memang membuat panik semua menteri. Suharso Monoarfa mendadak menemui Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Suharso yang juga menjabat sebagai Menteri PPN/Bappenas ini bersama Syaikhu bicara soal koalisi poros partai Islam pada Pemilu 2024.

Kabar beredar, Jokowi bakal mereshuffle menteri dibidang ekonomi. Entah siapa yang kena depak, tapi banyak menteri kalangan parpol mulai panik. 

BERITA TERKAIT :
PPP Bekasi Selatan Gelar Halal Bi Halal dan Konsolidasi Antar Kader Serta Tokoh Masyarakat
Gus Shol Hadiri Konsolidasi Pengurus PAC PPP Pondok Melati, Kota Bekasi

"Itu ide bagus. Why not? PKS prinsipnya adalah partai yang visinya rahmatan lil'alamin. Kita ingin menyambut siapapun yang ingin bergabung dengan kita dan kita akan menyatukan kerja sama besar kita untuk keumatan maupun dari yang lain. Jadi sangat mungkin," ujar Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Al Habsyi di DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021).

Hal itu dia sampaikan saat ditanya soal kemungkinan PPP dan PKS membentuk poros partai Islam pada Pemilu 2024. Meski demikian, Al Habsyi menyebut Pemilu 2024 masih jauh.

"Tapi ini waktu masih jauh, masih panjang. Tapi penjajakan-penjajakan ini dalam waktu 2 tahun setengah, sangat memungkinkan," ucap dia.

Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan salah satu poin penting dalam pertemuan dengan PKS ialah membangun demokrasi yang lebih baik. Dia juga tak menutup kemungkinan PPP berkoalisi dengan PKS di Pemilu 2024.

"Salah satu yang menjadi poin penting dalam kerjasama untuk membangun demokrasi yang lebih baik saya kira juga proses-proses menuju Pemilu 2024 sangat terbuka untuk kita bicarakan dengan PKS," kata Arwani.

Arwani mengatakan PPP tak ingin membahas Pemilu dengan PKS hanya dari satu sisi. Dia mengaku PPP ingin membuat Pemilu 2024 menjadi lebih enak dinikmati semua pihak.

"Karena kita ingin tidak hanya dalam satu sisi saja misal tentang sistem kepemiluan saja. Tapi juga bagaimana membuat kontestasi di 2024 menjadi lebih enak dinikmati semua pihak, masyarakat, dan partai politik. Tentu kita terbuka untuk bicara dalam berbagai sisi," tutur Arwani.

"Misalnya bagaimana agar kontestasi bisa lebih menarik lagi ke depan. Tidak hanya dua pasangan, misalnya," imbuh dia.

Dalam pertemuan ini, PKS dan PPP juga membuat nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.