Selasa,  15 June 2021

Jika Gelombang Mudik Terjadi, Corona Jateng Bisa Seperti Di India 

NS/RN/NET
Jika Gelombang Mudik Terjadi, Corona Jateng Bisa Seperti Di India 

RN - Jawa Tengah bisa bernasib seperti India. Hal ini terjadi jika lonjakan pemudik pada Lebaran terjadi. 

Hampir setiap Lebaran, jumlah pemudik di Jateng mencapai 5,9 juta jiwa. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik menjelang hari raya Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah. 

Ganjar tidak ingin daerah yang dipimpinnya bernasib sama seperti India, di mana lonjakan kasus positif corona terjadi signifikan.

BERITA TERKAIT :
Ganjar Salip Anies, Berkah Tak Diundang Puan Dan Heboh Teh Botol Sosro? 
Puan Ditemani Gibran Di Solo, Ganjar Tak Muncul Bakal Ramai Lagi Nih 'Teh Botol Sosro'

"Saya bilang begini, kalau kalian mudik ramai-ramai terus kemudian Jateng, biasanya 5,9 juta-an yang mudik, maka siap-siap kita penyakitan kayak India. siap-siap saja," kata Ganjar sebagaimana dilihat dalam YouTube Fadjroel Rachman, Minggu (18/4/2021).

Seperti diketahui, penularan virus corona di India mengalami peningkatan pesat. Kenaikan angka penularan ini bahkan mempengaruhi dunia.

Ganjar menuturkan, Pemprov Jawa Tengah bersama stakeholder terkait lainnya telah menyiapkan tes antigen di setiap rest area yang ada. Di sana petugas juga akan standby. Jika hasil tes menunjukkan positif, maka orang yang hendak masuk Jateng akan diputar balik.

"Jadi beberapa Minggu lalu kita sudah mulai mengaktifikan rest area kita jagain, mulai sekarang kita drop dengan antigen, maaf ya teman-teman kalau anda pulang gak sehat, saya ada di tengah jalan, Anda saya tes dengan antigen, kalau positif, balik, mohon maaf," tuturnya.

Ganjar juga meluruskan berita yang menyebutkan 10 ribu orang berbondong-bondong datang ke Tegal sebelum larangan mudik diterapkan. Menurut dia, informasi tersebut terlalu seram atau mengerikan. 

Faktanya, kata dia, 10 ribu orang tersebut adalah warga Tegal yang bekerja di Jakarta dan mereka memang terbiasa pulang kampung tiap pekannya.

"Karena hari ini kita belum bisa melarang dan kemarin muncul berita Kota Tegal terminalnya 10 ribu orang sudah berbondong-bondong datang, yailah mosok seseram itu sih medianya, langsung saya telepon itu 'bener pak, emang seperti itu, 10 ribu? Waduh berarti sudah mudik. (Lalu dijawab) 'enggak pak, orang Tegal mah banyak yang kerja di Jakarta, tiap Minggu dia pulang,' jadi sebetulnya biasa saja," tutur Ganjar.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan, sebanyak 27 juta orang akan tetap mudik meskipun kegiatan itu telah dilarang. Karena itu, pemerintah akan bertindak tegas bila ada warga yang membandel. 

Sementara itu, Polri melalui Korps Lalu Lintas akan membuat 300 lebih titik penyekatan untuk menghalau warga yang masih nekat mudik.