Minggu,  20 June 2021

Ada 25 Ribu Orang

Pekerja Migran Mudik, Jatim & Jabar Serta Jateng Diminta Waspada Lonjakan Corona 

NS/RN/NET
Pekerja Migran Mudik, Jatim & Jabar Serta Jateng Diminta Waspada Lonjakan Corona 
Doni Monardo

RN - Ribuan pekerja migran bakal balik ke Indonesia. Saat ini jumlah mereka yang terdata adalah 25.467 orang.

Para pekerja migran itu sudah tidak lagi kerja di luar negeri lantaran kena PHK. Mayoritas pekerja migran mudik ke Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengingatkan kepada seluruh daerah untuk mengantisipasi kepulangan para pekerja migran yang kembali ke Tanah Air. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi transmisi penularan Covid-19.

BERITA TERKAIT :
Ganjil-Genap Kota Bogor, Pedagang: Kita Makan Dari Orang Jakarta Yang Hobi Kuliner
Di Bekasi, Corona Melejit dan DBD Juga Merebak 

“Perlu kita cermati lagi adalah kedatangan selama 1 bulan terakhir, karena beberapa pekerja migran kita ini telah melakukan telah diputus kontraknya, telah di PHK, dan telah berakhir ikatan kontrak. Tolong ini di perhatikan,” ungkap Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional secara virtual, Minggu (2/5/2021).

Dari data Satgas, total pekerja migran yang kontrak kerjanya telah berakhir pada bulan Mei 2021 ini sebanyak 25.467 orang. Dan provinsi tujuan pekerja migran paling banyak yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Beberapa daerah yang akan menerima kepulangan tenaga pekerja migran kita. Oleh karenanya mohon berkenan kepada seluruh pejabat terkait untuk mempersiapkan diri, untuk mencari informasi baik dari Konjen dari berbagai negara termasuk juga dari instansi yang berwenang lainnya,” kata Doni.

Karena itu, Doni meminta agar seluruh instansi berada pada satu komando mengantisipasi kedatangan para pekerja migran ini.

“Kemudian mencermati ini, kami berharap seluruh pintu masuk kedatangan pekerja migran Indonesia dari beberapa negara ke bandara, ke pelabuhan laut, dan juga perbatasan darat, mohon daerah melakukan integrasi seluruh instansi yang ada, agar berada pada satu komando, agar mudah melakukan kontrol, agar mudah mencarikan solusi apabila ada kendala di lapangan," tuturnya.

“Sekali lagi integrasi instansi yang ada baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus dilakukan dengan semaksimal mungkin. Terima kasih juga kepada Mabes TNI dan Mabes Polri yang telah menugaskan jajaran TNI dan Polri untuk membantu pemerintah dalam melakukan program karantina terhadap pekerja migran kita termasuk warga negara asing,” papar Doni.