Minggu,  20 June 2021

Bukan Hoax, WN China Paling Banyak Masuk Negeri +62

NS/RN
Bukan Hoax, WN China Paling Banyak Masuk Negeri +62
Menkumham Yasonna Laoly.

RN - Banyaknya warga China datang ke Indonesia bukan hoax. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan, sejak 1 Januari hingga 14 Mei 2021, tercatat ratusan ribu warga negara asing (WNA) telah masuk ke Indonesia. 

Tapi jika dibandingkan sebelum Corona kata Yasonna kalau, jumlah tersebut sangat sedikit dibanding sebelum pandemi Corona.

"1 Januari Sampai 14 Mei orang asing yang masuk itu 151.563, kalau kita lihat dari data perbandingannya bahwa kalau di tahun sebelum COVID itu sekitar bulan Juni itu 2 juta yang masuk orang asing, sekitar 2 juta," kata Yasonna Laoly saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, di Kompleks DPR/MPR, Rabu (9/6/2021).

BERITA TERKAIT :
Ganjil-Genap Kota Bogor, Pedagang: Kita Makan Dari Orang Jakarta Yang Hobi Kuliner
Di Bekasi, Corona Melejit dan DBD Juga Merebak 

Berdasarkan data WNA masuk RI yang ditunjukkan Yasonna saat pemaparan, WNA yang paling banyak masuk Indonesia berasal dari China, yakni sebanyak 51.402. Kemudian diikuti WN Filipina sebanyak 32.563 orang dan WN India sebanyak 13.336 orang.

"Bulan Mei (2019) itu 1,74 juta (WNA masuk Indonesia), jadi nampak sekali drop yang sangat besar, di sini kalau bulan Mei (2021) 103 ribu, yang dulunya 1 juta 740 ribu, nah bulan Juni data belum ter-cover, jadi kita lihat ada penurunan yang sangat signifikan karena kita lakukan pembatasan yang sangat ketat yang harus sesuai Permenkumham tentang pembatasan orang asing," ucapnya.

Tak hanya itu, kondisi penurunan juga terjadi pada WNI yang kembali dari luar negeri ke Indonesia. Menurutnya, pada periode Januari-Mei 2021, ada 351 ribu kedatangan WNI dari luar negeri yang jumlahnya lebih sedikit dibanding saat normal sebelum pandemi, yakni 4,2 juta orang.

"Jadi kedatangan WNI 351 ribu dibandingkan keadaan normal tanpa COVID, yakni 4,2 juta. Jadi betul-betul drop yang sangat besar yang tentunya berdampak bagi ekonomi kita, sedangkan WNI kalau Januari sampai Mei 2021, dibanding 2019 itu sebanyak 10 juta orang. Itu angka tidak jumping tapi diving itu betul-betul, dan dampaknya bagi industri pariwisata dan lainnya sangat terasa buat kita," ujarnya.

#China   #Corona   #India