Senin,  02 August 2021

Jakarta Lagi Butuh Bantuan, Aktivis: DPRD Jangan Pelit Karena Duit Gak Dibawa Mati

NS/RN
Jakarta Lagi Butuh Bantuan, Aktivis: DPRD Jangan Pelit Karena Duit Gak Dibawa Mati
Ilustrasi

RN - DPRD DKI Jakarta diminta peduli dengan warga. Ledakan corona saat ini membuat beberapa fasilitas kesehatan penuh akan pasien.

Bahkan, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah kapasitas ruang isolasi di Rusun Nagrak Cilincing, Jakarta Utara, pascalonjakan kasus COVID-19. Pemprov DKI mengajak warga berkontribusi mengisi perabotan di Rusun Nagrak Cilincing.

"DPRD itu jangan cuma ngoceh-ngoceh bela rakyat, kini saatnya mereka sumbangkan gaji buat rakyat," tegas Aktivis Muda Jakarta (AMJ) Dwi Yudha Saputra kepada wartawan, Sabtu (26/6) malam.

BERITA TERKAIT :
Jateng Terbanyak, Kasus Kematian Di Kaltim Dan Lampung Melonjak 
Warga Bogor Seperti Sok Kebal Corona, Ini Faktanya...

Yudha menilai, aksi peduli DPRD saat ini sedang diuji. "Ayo, apa mereka peduli rakyat, jangan-jangan hanya janji manis aja. DPRD jangan pelitlah, duitkan gak dibawa mati," bebernya. 

DPRD peduli rakyat kata Yudha memang belum terbukti. "Kalau DPRD kena corona gak pusing karena banyak duit, lah kalau rakyat yang positif bisa tujuh keliling. Boro-boro beli vitamin, buat makan aja susah," tendasnya.

Diketahui, dalam unggahan di Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, dijelaskan bahwa lima tower berkapasitas 5 ribu orang itu belum dilengkapi furnitur ataupun perabotan esensial lainnya. Khususnya, dalam mendukung jalannya isolasi terkendali.

"Pemprov DKI Jakarta membuka kesempatan berkolaborasi bagi pihak-pihak yang ingin membantu untuk beberapa kebutuhan logistik dasar untuk kamar isolasi dan sarana poliklinik," tulis @dkijakarta dalam unggahannya.

Pemprov menjabarkan peralatan apa saja yang harus dipenuhi. Perinciannya, 5 ribu set tempat tidur/velbed, 5 ribu gayung, 5 ribu ember berukuran sedang, 5 ribu kipas angin berdiri, 5 ribu meja kecil lipat, 5 ribu kursi lipat, 5 ribu larutan disinfektan 5L, 5 ribu kanebo, dan 5 ribu sapu lantai.

Kemudian, 5 ribu alat pel lantai, 5 ribu jemuran handuk, 5 ribu unit dispenser, 520 unit tempat sampah ukuran 2L disertai tutup, 2 unit freezer box volume 750 ml, 8 unit komputer, 5 unit printer, dan 2 unit laptop.

"Mari kita hadapi masa-masa kritis pandemi COVID-19 ini dengan berkolaborasi sebagai satu keluarga besar DKI Jakarta," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Rusun Nagrak menjadi tempat bernaungnya pasien COVID-19 sejak Selasa (22/6/2021). Pengalihfungsian gedung yang berada di kawasan Clincing, Jakarta Utara, itu dilakukan menyusul penuhnya kapasitas Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet saat terjadi lonjakan kasus Corona.

Hingga hari keempat, baru satu tower (Tower 3) yang digunakan untuk penanganan pasien. Di tower tersebut terdapat 500 unit kamar isolasi mandiri.

Penyintas COVID-19 yang dirawat di Rusun Nagrak mayoritas memiliki kondisi tanpa gejala (OTG) hingga gejala ringan. Mereka bisa mendapatkan pelayanan setelah mendapat surat rekomendasi atau rujukan dari puskesmas asal sebagaimana prosedur standar yang disiapkan Satgas COVID-19.