Senin,  20 September 2021

Punya Harta 1,6 Triliun, Kepsek Di Tangerang Bisa Dicap Paling Tajir Di Indonesia 

NS/RN/NET
Punya Harta 1,6 Triliun, Kepsek Di Tangerang Bisa Dicap Paling Tajir Di Indonesia 
Ilustrasi

RN - Seorang kepala sekolah atau kepsek ternyata memiliki harta kekayaan Rp 1,6 triliun. Hal ini terungkap dari data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada KPK.

Si pemilik harta itu adalah Kepala sekolah SMKN 5 Tangerang, Nurhali, mencapai Rp1,6 triliun. Besarnya jumlah harta Nurhali menarik perhatian masyarakat.

Dari data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada KPK, Nurhali termasuk yang paling rajin melaporkan hartanya sejak tiga tahun terakhir.

BERITA TERKAIT :
Sepanjang Pandemi, Harta Kekayaan Wagub DKI Dilaporkan Bertambah Rp2,4 Miliar

Pada 2019, Nurhali melaporkan total kekayaan yakni Rp1.602.003.000.000. Dengan rincian untuk tanah dan bangunan bernilai Rp1.601.352.000.000.

Nurhali memiliki tanah dan bangunan seluas 672 m2/589 m2 di Kota Tangerang sebagai warisan dengan nilai Rp250.000.000, tanah seluas 2.500 m2 di Kota Tangerang, dari hasil sendiri senilai Rp500.000.000.

Lalu, tanah 4.400 m2 di Kota Tangerang dari warisan senilai Rp600.000.000, tanah seluas 80.000 m2 di Jakarta Utara yang merupakan warisan senilai Rp. 1.600.000.000.000 dan tanah seluas 150 m2 di Kota Tangerang dari hasil sendiri senilai Rp2.000.000.

Untuk alat transportasi dan mesin, Nurhali memiliki total kekayaan Rp 558.000.000. Dengan rincian, Mobil Pajero Dakar Tahun 2015, dari hasil sendiri senilai Rp350.000.000. Lalu, Mobil Honda Jazz Sedan Tahun 2011, hasil sendiri senilai Rp200.000.000 dan motor Honda NF 125TR Tahun 2008 dari hasil sendiri senilai. Rp8.000.000.

Sedangkan untuk harta bergerak lainnya senilai Rp 65.000.000 dan kas Rp68.000.000. Nurhalis pun memiliki utang Rp 40.000.000.

Bila ditotal berdasarkan LHKPN periode 2019 Nurhalis memiliki harta senilai Rp 1.602.003.000.000.

Untuk LHKPN periode 2020, Nurhali hampir sama melaporkan seluruh hartanya. Ada beberapa perbedaan sehingga total harta yang dilaporkan menurun.

Perbedaan itu yakni pada harta bergerak lainnya yang dirinya laporkan senilai Rp45.000.000 serta kas dan setara kas senilai Rp33.000.000. Penambahan dari harta lainnya sejumlah Rp 118.000.000.

Tak hanya itu, utang Nurhali juga mengalami kenaikan di tahun 2020 menjadi Rp70.000.000. Jika ditotal, harta yang dilaporkannya senilai Rp1.602.036.800.000.

Sedangkan untuk LHKPN periode 2021, harta tanah bangunan serta alat transportasi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada perubahan pada data kas dan setara kas senilai Rp 4.500.000 dan harta lainnya Rp 30.000.000.

Sedangkan untuk utang mengalami penurunan yang dilaporkan Nurhali menjadi Rp 46.000.000. Maka total kekayaan yang dilaporkan pada 2021 yakni Rp1.601.972.500.000.

#Kepsek   #Tajir   #LHKPN