Minggu,  02 October 2022

PKS Vs Hasto Merembet Ke PDIP Lalu Tuding Idris Gagal Pimpin Depok

RN/NS
PKS Vs Hasto Merembet Ke PDIP Lalu Tuding Idris Gagal Pimpin Depok
Hendrik Tangke Allo (tengah) saat jumpa pers.

RN - DPC PDIP Kota Depok muncul. Para kader Banteng itu menuding selama puluhan tahun Kota Depok dipimpin PKS, belum ada pembangunan yang signifikan.

Ucapan itu dikatakan Ketua DPC PDIP Kota Depok Hendrik Tangke Allo. Hendrik setuju dengan pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait prestasi PKS memimpin Kota Depok selama puluhan tahun.

Gaduh berawal antara PKS dan Hasto Kristiyanto. Entah siapa yang memulai tapi Hasto menyindir soal aksi PKS memasang spanduk menolak BBM.

BERITA TERKAIT :
Ngaku Koalisi Dengan Demokrat Dan NasDem, PKS Jangan Terlalu Pede
Kader PKS Sebut Kritikan Partai Gelora Kota Bekasi "Mandul"

PKS menyindir PDIP saat BBM naik era SBY memangis. PKS juga menyindir PDIP soal jumlah orang miskin di Kota Solo yang saat ini dipimpin putra Jokowi, Gibran naik.

"Apa yang disampaikan oleh Pak Hasto memang betul kenyataannya seperti itu. Tidak ada pembangunan signifikan selama hampir 20 tahun PKS memimpin Kota Depok," kata Hendrik dalam konferensi pers di gedung DPRD Kota Depok, Selasa (20/9/2022).

Hendrik lantas menyoroti pernyataan Wali Kota Depok Mohammad Idris terkait capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Depok yang disebut meningkat. Menurutnya, hal tersebut tak bisa dijadikan tolok ukur menilai pencapaian suatu kota.

"Kemarin saya melihat salah satu indikator yang disampaikan bahwa pembangunan ini berhasil di dalam masalah kenaikan IPM, itu bukan satu-satunya indikator yang bisa menjadi tolak ukur. Apalagi dengan kondisi Kota Depok yang boleh dikatakan hampir 50% penduduknya bekerja di Jakarta dan sekitarnya ya," ungkap Hendrik.

"Tingkat ekonomi masyarakat Kota Depok ini meningkat bukan karena geliat ekonomi di Kota Depok yang memang sudah luar biasa. Tapi kan hasil pekerjaan mereka di Jakarta, di Bekasi, di Tangerang sehingga mereka membawa hasil itu ke Depok ya," sambungnya.

Lantas, ia menjabarkan beberapa klaim keberhasilan pemerintah kota (Pemkot) Depok yang masih perlu dievaluasi. Mulai dari pengolahan sampah hingga infrastruktur yang masih belum memadai.

"Setelah hampir 20 tahun tidak ada solusi terkait dengan pengolahan sampah di Kota Depok. Ruas jalan di Kota Depok tidak ada penambahan, bahkan jalan yang adapun dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Titik banjir semakin bertambah, contohnya di Mampang, Jalan Margonda, Kompleks GDC. Maka Depok termasuk 10 besar kategori kota tidak layak huni versi ikatan ahli perencana," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota (Walkot) Depok Mohammad Idris merespons sindiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal prestasi PKS memimpin Depok puluhan tahun. Idris menyebut PKS baru memimpin di Depok selama 16 tahun.

Menurutnya, sindiran Hasto juga menyinggung pemangku kebijakan (stakeholder) lain. Dia mengatakan, di dalam Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, bukan hanya ada pimpinan PKS.

"Istilah pemerintahan, itu ada legislatif, eksekutif, ada yudikatif. Siapa kapolresnya, siapa kajarinya, siapa dandimnya, kalau dibilang nggak maju, semuanya sebenarnya kena sentil juga," kata M Idris dalam konferensi pers di Alun-alun Kota Depok, Cilodong, Senin (19/9/2022).

Idris mengatakan sebaiknya sesama pimpinan tak perlu saling menyindir. Menurutnya, hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana.

"Jangan sentil-sentilanlah sebagai negarawan malu sama rakyat. Kita sudah melelahkan rakyat pandemi dua tahun ini, dilelahkan jangan memperkeruh. Bikin masyarakat ceria, bahagia dalam kondisi ini, walaupun hati kita berontak. Itu yang diharapkan dari masyarakat dari para anggota dewan yang terhormat," ungkap Idris.