Rabu,  30 November 2022

Nancy Pelosi Mundur, Sinyal Partai Republik Berkuasa Lagi & Ancaman Joe Biden

RN/NS
Nancy Pelosi Mundur, Sinyal Partai Republik Berkuasa Lagi & Ancaman Joe Biden
Hakeem Jeffries

RN - Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi mundur. Dia mundur sebagai pemimpin Partai Demokrat DPR.

Keputusan itu menyusul menangnya Partai Republik di Pemilihan DPR pada Kamis (17/11/2022) waktu setempat. Melansir Reuters, Jumar (18/11/2022), meski mundur sebagai Ketua DPR AS, politikus berusia 82 tahun itu tetap akan menjadi anggota Kongres mewakili San Fransisco di DPR, seperti yang telah dilakukannya selama 35 tahun.

Pelosi menyebutkan, DPR merupakan ruang suci dan jantung demokratasi bagi AS. Ia mengenang ketika Capitol untuk pertama kalinya sebagai seorang anak ketika ayahnya dilantik sebagai anggota DPR.

BERITA TERKAIT :
Jabat Tangan Joe Biden Dan Xi Jinping Di Bali, Kini AS Melunak Ke China?

"Demokrasti AS itu agung, tapi rapuh. Banyak dari kita di sini telah menyaksikan kerapuhan kita secara langsung, secara tragis di kamar ini. Jadi demokrasi harus selamanya dipertahankan dari kekuatan yang ingin merusaknya," kata Pelosi dalam sambutannya, dikutip dari Reuters, Jumat (18/11/2022).

Pelosi menerima sorakan dari politikus Partai Demokrat lain saat dia mengambil tempatnya di ruang DPR. "Kami rakyat - satu negara, satu takdir," ucap Pelosi.

Ia mengatakan, terdapat peningkatan jumlah perempuan yang bertugas di DPR sejak pertama kali bergabung. Ia pun berterima kasih kepada keluarga dan stafnya.

Hakeem Jeffries dari pemilihan New York akan menggantikan Pelosi sebagai pimpinan DPR AS dari Partai Demokrat. Jeffries akan menjadi anggota parlemen kulit hitam pertama yang memimpin salah satu partai besar di Kongres.

Lalu siapa Hakeem Jeffries? Politisi ini berasal dari New York. Dia dinilai merupakan kandidat kuat menggantikan Pelosi dan menjadi anggota parlemen kulit hitam pertama yang memimpin salah satu kaukus partai besar di Kongres.

Demokrat nomor dua di DPR Steny Hoyer pun mendukung Jeffries untuk kepemimpinan puncak dan memutuskan tidak ikut dalam perebutan kepemimpinan di Kongres berikutnya.

Jeffries menolak berkomentar tentang rencananya dalam perebutan posisi tertinggi. "Hari ini adalah hari untuk merayakan jabatan Ketua Nancy Pelosi," ujarnya.

Tapi, menyusul pemilihan paruh waktu minggu lalu, Partai Republik akhirnya menetapkan posisi mayoritas tipis di DPR pada Rabu (16/11/2022). Para anggotanya akan dilantik pada 3 Januari dan menawarkan dukungan awal untuk Kevin McCarthy yang memiliki hubungan dingin dengan Pelosi, untuk menjadi ketua House yang baru.

Sedangkan Demokrat mempertahankan kendali Senat. Dengan Kongres yang terbagi, pengesahan undang-undang yang bahkan kritis seperti pendanaan pemerintah bisa menjadi rumit.

Partai Republik mengatakan, memiliki rencana menggunakan suara mayoritas House untuk meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan dan keluarga Joe Biden.