Jumat,  22 November 2024

Penikmat Vape Siap-Siap Balik Lagi ke Rokok Bungkusan 

NS/RN
Penikmat Vape Siap-Siap Balik Lagi ke Rokok Bungkusan 

RADAR NONSTOP - Perokok elektrik atau vape bakal balik lagi membeli bungkusan. Sebab, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan pelarangan vape. 

Vape disebut-sebut sering disalahgunakan misalnya soal narkoba. Beberapa kasus vape sudah ditangani Polda Metro Jaya. 

Usulan vape nantinya akan masuk dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

BERITA TERKAIT :
Wang Tong Dan Tongkat Arab Bahaya, Obat Herbal Rawan Ginjal
Kosmetik Ilegal Cina & Thailand Marak, Ngarep Muka Glowing Malah Brutus?

Diketahui, beberapa fakta ilmiah yang sudah ditemukan BPOM sekaligus menjadi dasar usulan pelarangan electronic nicotine delivery system (ENDS) di Indonesia. Bahkan, BPOM menemukan bahwa bahan baku vape mengandung senyawa kimia yang berbahaya.

"Fakta ilmiah BPOM menemukan bahwa rokok elektronik mengandung senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan, di antaranya: nikotin, propilenglikol, Perisa (Flavoring), logam, karbonil, serta tobacco specific nitrosamines (TSNAs), dan diethylene glycol (DEG)," aku Kepala BPOM, Penny Lukito dikutip dari detik.

Tidak hanya itu, lanjut Penny, klaim dari sisi kesehatan juga menyatakan bahwa vape sebagai produk aman dan menjadi metode terapi berhenti merokok merupakan studi yang subyektif.

"WHO menyatakan tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan rokok elektronik dapat digunakan sebagai terapi berhenti merokok," ungkap dia.

#Vape   #BPOM   #Dilarang