Kamis,  28 January 2021

Cabai Rawit Bercat Merah Bikin Resah, Ini Yang Dilakukan DKPKP DKI

SN
Cabai Rawit Bercat Merah Bikin Resah, Ini Yang Dilakukan DKPKP DKI
Net

RADAR NONSTOP - Ingin Untung Malah Buntung, begitulah nasib petani asal Temnaggung, Jawa Tengah yang kini heboh lantaran aksinya mewarnai cabai rawit menggunakan cat merah. Hal ini sontak membuat resah masyarakat di hampir seluruh daerah di Indonesia. Tak terkecuali, Jakarta.

Mengantasipasi hal itu, dilasir dari antaranews.com, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta  melaksanakan pemantauan guna mewaspadai  beredarnya cabai rawit bercat merah di pasaran.

"Beredarnya temuan cabai rawit merah hasil pewarnaan dengan cat telah menimbulkan keresahan di masyarakat sehingga kita berinisiatif untuk melakukan pemantauan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKPKP DKI, Suharini Eliawati saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (3/1/2021).

BERITA TERKAIT :
Hadapi Musim Hujan, Ini Yang Dilakukan Dinas SDA DKI Jakarta
Dana Formula E Kembali Heboh, PAN DKI Ngarep Anies Klarifikasi Ke Dewan

Elly, sapaan akrab Suharini menyebutkan, pemantauan telah dilakukan sejak Sabtu (2/1) kemarin di 10 pasar yang ada di wilayah DKI Jakarta. Kesepuluh pasar tersebut, yakni Pasar Tomang Barat, Pasar Ganefo, Pasar Laris, Pom Pengumben, Pasar Kalideres, Pasar Klender, Pasar Cempaka Putih, Pasar Johar Baru dan Pasar Minggu.

Menurut Elly, Pemantauan tersebut dilakukan dengan mengerahkan petugas di setiap Suku Dinas KPKP yang ada di enam kota administrasi DKI Jakarta dan melakukan pengamatan serta pemeriksaan fisik terhadap cabai rawit merah yang dijadikan sampel. "Pantauan dilakukan setiap hari oleh Sudin KPKP wilayah," ujarnya.

Lebih lanjut, tutur Elly, hasil pengamatan organoleptik di semua pasar yang dikunjungi semua cabai rawit merah yang dijual aman untuk dikonsumsi dan tidak menunjukkan adanya ciri hasil pewarnaan cat/ pylox. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyiram atau mencelupkan sampel cabai rawit merah menggunakan tiner cat atau bensin.

"Cara ini untuk membuktikan adanya pewarnaan cat atau tidak. Semua sampel tidak ada yang luntur artinya warna alami cabai," ungkapnya.

Elly menambahkan, pihaknya merespon cepat pemberitaan tentang cabai rawit bercat merah yang menghebohkan warga tersebut, guna menjamin pangan yang dikonsumsi masyarakat Jakarta aman.

"Selanjutnya kami juga akan terus rutin memantau hal itu jangan sampai kecolongan," tuturnya.

Elly menambahkan, selain cabai, DKPKP juga melakukan pemantauan terhadap daging ayam yang telah diberi bumbu. Pemantauan dan pemeriksaan dilakukan guna memastikan bumbu yang digunakan memakai pewarna alami yang aman dan sehat, bukan pewarna kimia/tekstil yang berbahaya bagi kesehatan.

"Jika warga ada yang merasa ragu dengan pangan yang dibelinya maka dapat menghubungi petugas Kasatlak Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian yang ada di setiap kecamatan," tegasnya.

#DKI   #Cabai   #DKPKP