Selasa,  28 September 2021

Usai Gempa Yogyakarta Lalu Ke Sukabumi Dan Terasa Hingga DKI, Ini Kata BMKG  

NS/RN/NET
Usai Gempa Yogyakarta Lalu Ke Sukabumi Dan Terasa Hingga DKI, Ini Kata BMKG  
Ilustrasi

RN - Gempa yang terjadi dari Yogyakarta lalu merambah ke Sukabumi disebut adanya patahan. Walau tidak kuat tapi gempa ini terasa dari Jakarta, Bogor dan Tangsel. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Selasa 27 April 2021 pukul 16.23.39 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo (M) 5,6 kemudian di-update menjadi magnitudo (M) 5,0.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,74 LS dan 106,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 km arah Selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 58 km.

BERITA TERKAIT :
Musim Hujan Sebentar Lagi Tiba, Banjir Di Jakarta Harus Kering Enam Jam
Cuaca Ekstrem Hingga 20 September, Daerah Banjir Siap-Siap Angkat Kasur 

Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono pun mengungkap fakta-fakta terkait gempa yang terjadi di selatan Sukabumi lewat akun media sosial pribadinya, Selasa (27/4/2021). Berikut fakta-faktanya:

1. Gempa terjadi pada Selasa 27 April 2021 pukul 16.23.39 WIB dengan magnitudo update M 5,0.

2. Episenter terletak pada koordinat 7,74 LS dan 106,92 BT tepatnya di laut pada jarak 89 km arah Selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 58 km.

3. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang diduga dipicu adanya penyesaran/patahan dalam Lempeng Indo-Australia. Sehingga gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab (oceanic intraslab earthquake) seperti halnya gempa 6,1 yang terjadi di selatan Jawa Timur pada 10 April 2021 lalu.

4. Gempa ini memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan geser atau mendatar (strike-slip fault).

5. Gempa ini dirasakan di wilayah cukup luas hingga Tangerang dan Jakarta. Di daerah Sukabumi, Rangkasbitung, Bayah, Cihara, Cilograng, Panggarangan, dan Bogor, guncangan dirasakan dalam skala intensitas III MMI. Sementara di Tangerang Selatan, Jakarta, dan Bandung, dirasakan dalam skala intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan rumah yang ditimbulkan akibat gempa.

6. Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya relatif dalam, dengan kekuatan yang relatif kecil untuk dapat menciptakan deformasi lantai samudra dan mengganggu kolom air laut.

Baca Juga: Gempa Sukabumi, Warga Cianjur Panik Berhamburan Keluar Rumah

7. Hingga petang ini pukul 17.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

8. Gempa ini adalah gempa yang kedua yang guncangannya dirasakan signifikan oleh masyarakat dan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa, karena tadi pagi pukul 10.22.59 WIB juga terjadi gempa dengan magnitudo 4,6 yang berpusat di laut pada jarak 91 km arah barat daya Gunungkidul, Yogyakarta, dengan kedalaman 24 km dirasakan di Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman.