Selasa,  29 November 2022

Senjata Milik Militer AS Dipakai Pawai, Taliban Coreng Wajah Joe Biden?

NS/RN/NET
Senjata Milik Militer AS Dipakai Pawai, Taliban Coreng Wajah Joe Biden?

RN - Para senator di Amerika Serikat (AS) bingung. Senator dari Partai Republik melayangkan surat kepada Menteri Pertahanan AS Austin Llyod soal pertanggungjawaban senjata AS di Afghanistan. 

Mereka menuntut Pemerintahan Joe Biden bertanggung jawab atas peralatan militer AS yang didanai dari dana pajak warga AS yang kini disita Taliban.

"Saat kami menyaksikan foto-foto yang keluar dari Afghanistan saat Taliban merebut kembali negara itu, kami 'ngeri' melihat peralatan militer AS, termasuk UH-60 Black Hawks di tangan Taliban," tulis kelompok senator Republik seperti dikutip laman Sputnik, Jumat (20/8).

BERITA TERKAIT :
Jabat Tangan Joe Biden Dan Xi Jinping Di Bali, Kini AS Melunak Ke China?
Nancy Pelosi Mundur, Sinyal Partai Republik Berkuasa Lagi & Ancaman Joe Biden

Sebelumnya, sebuah laporan menunjukkan bagaimana Taliban bisa merebut peralatan perang AS. Laporan itu memuat tidak hanya senjata dan amunisi yang disimpan oleh pasukan AS, namun juga helikopter dan kendaraan lapis baja berat berada di tangan Taliban.

"Tidak masuk akal bahwa peralatan militer berteknologi tinggi yang dibayar oleh pembayar pajak AS telah jatuh ke tangan Taliban dan sekutu teroris mereka. Mengamankan aset AS seharusnya menjadi salah satu prioritas utama bagi Departemen Pertahanan AS sebelum mengumumkan penarikan AS dari Afghanistan," tulis para senator.

Surat tersebut telah ditandatangani oleh Senator Bill Cassidy, Marco Rubio dan 23 anggota Partai Republik lainnya. Isi surat juga meminta penjelasan lengkap tentang peralatan militer yang diberikan kepada angkatan bersenjata Afghanistan tahun lalu.

Para senator juga telah menyuarakan keprihatinan atas kemungkinan Taliban bekerja dengan negara-negara yang memusuhi AS untuk menggunakan peralatan yang sangat canggih. Taliban diyakini telah menguasai lebih dari 2.000 kendaraan lapis baja, termasuk Humvee AS, dan sekitar 40 pesawat termasuk UH-60 Black Hawks, ScanEagle Military Drones dan helikopter serang.

"Sebuah penilaian tentang kemungkinan bahwa Taliban akan berusaha untuk bekerja dengan Rusia, Pakistan, Iran, atau Republik Rakyat Cina untuk pelatihan, bahan bakar, atau infrastruktur yang diperlukan untuk memanfaatkan peralatan yang tidak dapat mereka gunakan sendiri, " tulis anggota parlemen AS dalam surat kepada Menteri Pertahanan AS Lloyd.

Surat tersebut datang beberapa hari setelah laporan memberatkan oleh Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR), otoritas audit pemerintah AS terkemuka, tentang bagaimana pemborosan biaya yang dikeluarkan oleh AS di Afghanistan.