Minggu,  24 October 2021

Vaksin Booster Nakes di DKI, Anies Minta Tak Ganggu Layanan Kesehatan Masyarakat

SN/HW
Vaksin Booster Nakes di DKI, Anies Minta Tak Ganggu Layanan Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi

RN - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta adanya pembagian waktu vaksinasi bagi tenaga kesehatan (nakes). Menurutnya, Nakes tidak bisa divaksinasi secara bersamaan agar tidak menganggu layanan terhadap masyarakat.

"Kalau ada 10 nakes, ya tiga nakes dulu, setelah pulih kemudian tiga nakes lagi, seperti itu" ujar Anies di Jakarta, Minggu (5/9/2021).

Anies pun mewanti-wanti agar pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) tidak mengganggu pelayanan kesehatan. 

BERITA TERKAIT :
Kemenkes Ngaku Salah Transfer, Nakes Bingung Disuruh Balikin Duit Insentif Corona
Nakes Corona Kerja Bertaruh Nyawa, Apesnya Duit Insentif Disuruh Balikin 

"Kita tidak ingin adanya vaksinasi untuk nakes pelayanan sampai menganggu, di sisi lain kita juga tidak ingin tenaga kesehatan berisiko terpapar," katanya.

Vaksin booster dilaksanakan secara bergiliran agar tidak terjadi kekosongan nakes. Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, vaksinasi dosis ketiga untuk nakes memerlukan waktu lebih lama. Vaksin booster menggunakan Vaksin Moderna.

"Harus saya sampaikan, vaksinasi dosis ketiga ini agak berbeda dibandingkan dengan vaksinasi pertama. Ketika mereka disuntik vaksin Moderna, efek yang mereka alami itu relatif sedang dan kadang harus mengambil jeda," ungkapnya.

"Karena itu, di semua unit fasilitas pelayanan kesehatan, kalau melalukan vaksinasi dosis ketiga agar bergiliran," pungkasnya.