Rabu,  29 May 2024

KPK Remuk, Isu Polisi Tidak Netral Pilpres Bikin Anjlok 

RN/NS
KPK Remuk, Isu Polisi Tidak Netral Pilpres Bikin Anjlok 
Ilustrasi

RN - KPK memang lagi remuk. Hal ini dampak dari Firli Bahuri yang kini sudah tersangka pemerasan terhadap mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo alias SYL. 

Sementara Kejaksaan Agung (Kejagung)menjadi lembaga negara di Wilayah Hukum, yang paling dipercaya masyarakat. Bahkan secara umum, Kejagung burada di polisi ketiga di Bawah TNI dan Presiden, yang secara berurutan menempati posisi pertama dan kedua.

Hal ini merupakan hall survei yang diselenggarakan Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Survei ini dilakukan pada 13-18 Desember 2023.

BERITA TERKAIT :
KPK Cegah Direktur Komersial PGN Dan Dirut Isargas ke Luar Nageri
Lelang Barang Rampasan Korupsi Timah Dinilai Kemurahan, Jampidsus Dilaporkan ke KPK

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, dalam paparan survei menjelaskan, dari semua Lembaga negara di bidang hukum, posisi teratas ditempati Kejagung dengan tingkat kepercayaan publik sebesar 73,8 persen.  Kemudian diikuti Mahkamah Agung (73,5 persen). 

Adapun Mahkamah Kostitusi (MK) yang dalam beberapa bulan terakhir diterpa isu negatif akibet putusan batas umur  minimal capres/cawapres, berada di polisi ketiga dengan 67,3 persen. 

Jangan Berwacana Tanpa Data. Saatnya Baca Radar Nonstop Edisi Cetak.

Di bawah MK ada Polisi dengan tingkat kepercayaan publik sebesar 65,5 persen. Sama seperti MK, polisi, saat ini, juga mendapatkan sentimen negatif publik. Penyebabnya bergulirnya isu ketidaknetralan polisi dalam Pemilu 2024.  

Sedangkan kepercayaan publik paling kecil ada pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Lembaga hukum yang pada masa lalu paling dipercaya publik ini, justru sekarang tingkat kepercayaan publik terhadap mereka hanya 58,8 persen.