Minggu,  19 May 2024

Kubu AMIN & Ganjar Kompak Minta Empat Menteri Jadi Saksi Sengketa Pilpres

RN/NS
Kubu AMIN & Ganjar Kompak Minta Empat Menteri Jadi Saksi Sengketa Pilpres

RN - Sidang sengketa pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) berlangsung panas. Kubu Anies-Cak Imin (AMIN) meminta empat menteri jadi saksi.

Empat menteri yang dimaksud adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan serta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kuasa hukum Anies-Muhaimin (AMIN) Ari Yusuf Amir meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menghadirkan empat menteri sebagai saksi dalam sidang sengketa Pilpres 2024.

BERITA TERKAIT :
Penetapan Prabowo-Gibran Jadi Presiden Dan Wapres, Jalan Imam Bonjol Bakal Macet Parah
Bansos Dimentahkan MK, Hakim Sebut Tidak Dongkrak Suara Prabowo 

Diketahui, empat menteri itu terkait soal pembagian bansos yang jor-joran menjelang hari H pencoblosan pilpres.

"Membantu menghadirkan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Menteri Sosial Republik Indonesia, Menteri Perdagangan Republik Indonesia serta Menko Perekonomian Republik Indonesia guna didengar keterangannya dalam persidangan ini," ucapnya dalam sidang pada Kamis (28/3).

Hakim Suhartoyo lalu menanggapinya. Dia mengatakan Mahkamah Konstitusi bakal membahas permintaan Tim AMIN tersebut.

"Nanti kami bahas ya. Empat menteri," ucap Hakim Suhartoyo.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Hukum Ganjar-Mahfud juga mendukung permintaan Tim AMIN mengenai menteri-menteri yang perlu dihadirkan sebagai saksi.

"Kami mendukung usul dari pemohon 1. Tapi kalau majelis hakim menganggap itu tidak mungkin, kami menerima kebijaksanaan majelis," ucap kuasa hukum Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis.

Terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani melempar senyum ketika ditanya tanggapannya mengenai kehadiran sebagai saksi dalam sidang sengketa Pilpres 2024.

Sikap itu ia tunjukkan usai menghadiri acara buka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/3).

Ketika ditanya apakah sudah mendengar kabar tersebut, ia hanya menggeleng sekali. Sri Mulyani tetap diam hingga memasuki mobilnya.