RADAR NONSTOP - Ini peringatan buat Anda yang ingin beli tanah. Di Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata banyak tanah bermasalah.
Ada sekitar 36 ribu bidang tanah belum memiliki sertifikat. Tanah itu tersebar di Pamulang, Ciputat dan Setu.
Data dari BPN Kota Tangsel sekitar 36 ribu dari 400 ribu bidang tanah yang belum disertifikasi itu tersebar di tiga kecamatan, di antaranya Pamulang, Ciputat, dan Setu.
BERITA TERKAIT :Pilkada Banten Dirusak Dengan Politisasi Hukum, Aktivis 98: Kita Tau Siapa Pemainnya
Visi Misi Airin Lebih Klop Ke Prabowo, Sony Asal Jeplak Dan Gak Paham Banten?
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menargetkan, pada 2019 seluruh tanah di wilayahnya sudah memiliki sertifikat. Target itu mengacu pada pernyataan Presiden Joko Widodo dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil terkait penyerahan sertifikat tanah di wilayah itu.
"Tadi sudah diskusi. Sekarang ada sisa 30 ribu-an bidang lagi yang belum disertifikasi. Mudah-mudahan kita bisa bergerak 2019 ini 100 persen," kata dia di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Jumat (25/1).
Airin mengatakan, kendala yang dihadapi Pemerintah Kota Tangsel untuk mengentaskan persoalan tanah di antaranya adalah sulitnya masyarakat melakukan PTSL. Menurut dia, wilayah Tangsel yang notabene merupakan perkotaan, membuat Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel kerap kesulitan mencari pemilik tanah untuk melakulan verifikasi.
"Kadang saat BPN mencari orang untuk menunjukkan batas, masyarakat sedang bekerja," kata istri terpidana korupsi Wawan ini.
Selain itu, ketika sudah proses sertifikasi, masyarakat lama mengembalikan berkas persyaratan yang harus dipenuhi. Karena itu, proses sertifikasi memakan waktu yang agak lama.