Minggu,  09 May 2021

Serangan Kubu Moeldoko Ke Ibas Dibalas, Pro AHY Sebut Kader PD Kesamber Petir  

NS/RN/NET
Serangan Kubu Moeldoko Ke Ibas Dibalas, Pro AHY Sebut Kader PD Kesamber Petir  
Kubu Moeldoko jumpa pers di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

RN - Jumpa pers Partai Demokrat (PD) kubu Moeldoko di Hambalang, Bogor disambut hujan deras. Kubu Moeldoko menuding kalau Ibas keseret kasus Hambalang.

Tapi, Ketua Bappilu Partai Demokrat membalasnya. Dia menyebut sejumlah mantan kader hingga mantan kader senior nyaris tersambar petir.

"Saya sedih, mantan kader dan mantan senior kader kabarnya kena sambar petir di hambalang," kata Andi Arief dalam cuitannya melalui akun @Andiarief_, Kamis (25/3/2021).

BERITA TERKAIT :
Konflik Demokrat, Marzuki Alie Sebut SBY Dan Seret Nama Megawati 
Setelah Menang 1-0 Lawan Moeldoko, AHY Ogah Minta Maaf Ke Jokowi 

Andi Arief kemudian bercuit lagi. Dia menyebut para mantan kader hingga mantan kader senior itu nyaris tersambar petir, bukan kena sambar petir. Karena itu, dia mengingatkan kubu Moeldoko agar ke depannya jangan membuat konfrensi pers di tempat terbuka.

"Nyaris (tersambar), untung pakai tenda. Kita doakan alam bersahabat dengan mereka. Lain kali buat konfpers jangan di tempat terbuka," ucapnya.

Jumpa digelar di area Hambalang Sport Center yang mangkrak. Tenda kecil didirikan untuk konferensi pers tersebut.

Saat konferensi pers dimulai, mendung menyelimuti kawasan itu. Tak berapa lama, hujan deras pun mengguyur. Angin kencang dan petir menyertai hujan yang mengguyur di tengah konferensi pers tersebut.

Memulai konferensi pers, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat HM Darmizal menyinggung adanya seseorang yang berada di puncak tapi tidak pernah mendaki. Dia juga menyinggung nama Pepo. Seperti diketahui, Pepo merupakan panggilan untuk eks Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ada yang sudah di puncak tapi tidak pernah mendaki, sehingga tidak pernah tahu jalan turun dan terpaksa Pepo yang mengantarkan perbaikan di bawah. Karena hanya Pepo yang tahu jalan turun," kata Darmizal.

Darmizal kemudian menyinggung perihal kasus Hambalang. Dia meminta kebenaran perihal kasus Hambalang ini ditegakkan.

"Di sini Hambalang masih banyak sisa-sisa yang kami minta kepada pemerintah. Bahwa kebenaran mesti tegak walau langit akan runtuh. Hukum harus tegak di negara kita Indonesia sebagai panglima tertinggi," ujarnya.