Senin,  20 September 2021

Nakes Bertumbangan Dan RS Penuh, Kota Bogor Makin Ngeri Aja  

NS/RN/NET
Nakes Bertumbangan Dan RS Penuh, Kota Bogor Makin Ngeri Aja  

RN - Lonjakan Corona membuat Kota Bogor limbung. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur sudah mencapai 83 persen.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut semua rumah sakit di wilayahnya hampir penuh akibat lonjakan kasus Covid-19. Tingkat keterisian tempat tidur sudah mencapai 83 persen.

"BOR-nya saya belum update ya, tapi di RSUD Kota Bogor sudah 91 persen, secara umum 83 persen. Tapi gini, faktanya penuh itu aja. Jadi gak usah bicara angka BOR lagi, faktanya penuh," kata Bima, kepada wartawan di RSUD Kota Bogor, Selasa (29/6/2021).

BERITA TERKAIT :
Vaksin Booster Nakes di DKI, Anies Minta Tak Ganggu Layanan Kesehatan Masyarakat
Ini 10 Daerah Bandel Yang Belum Bayar Honor Pejuang Corona 

Bima mengaku, banyak warganya yang mengadukan atau mengeluhkan kondisi tersebut. Tetapi, dirinya tak bisa berbuat banyak karena situasinya semua sama.

"Sekarang siapapun sulit ya. Saya Walikota, tiap hari diminta oleh warga banyak sekali dan saya gak bisa apa-apa, gak mungkin saya meminta cut karena yang mengantri di sini sudah banyak. Gak mungkin. Jadi Walikota pun tidak bisa apa-apa," ungkapnya.

Karena itu, Bima berharap kepada masyarakat untuk berempati kepada tenaga kesehatan karena tak sedikit yang terpapar. Termasuk mematuhi protokol kesehatan agar penularan tidak semakin parah.

"Makanya pengertian kepada warga tolong empati kepada nakes semuanya. Patuhi protokol kesehatan. Jadi gak usah liat angka BOR, seperti ini faktanya penuh. Yang bisa saya katakan itu," terangnya.

Saat ini, Pemkot Bogor masih terus berupaya untuk menambah tempat tidur dan pusat isolasi bagi pasien covid-19. Sehingga, apabila tempat-tempat tersebut sudah bertambah banyak diharapkan angka BOR kembali turun dan pasien bisa terlayani dengan baik.

"Mudah-mudahan, minggu depan begitu kita operasionalkan pusat isolasi dan lain-lain, BOR bisa kita tekan lagi di bawah 70 persen. Kalau itu terjadi signalnya akan bagus," ungkap Bima.

Sementara, terkait zona Kota Bogor masih kategori oranye. Namun, Bima kembali mengingatkan agar semua tidak berpaku kepada indikator tersebut karena kondisi di lapangan sedang darurat.

"Masih (oranye). Sekali lagi, gak usah berpatokan pada indikator-indikator kaku. Kita lihat di lapangan, kita lihat kondisinya seperti apa, kondisinya darurat, rumah sakit penuh, nakes bertumbangan," tutupnya.