Senin,  20 September 2021

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Turun Drastis, sebanyak 30 Persen

DIS/RN
Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Turun Drastis, sebanyak 30 Persen

 

RN - Kasus kematian karena Covid-19 di DKI Jakarta mulai menurun. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, mulai terjadi penurunan cukup signifikan.

BERITA TERKAIT :
Pemprov DKI Bakal Ubah Sejumlah Taman Jadi Kios UMKM
PPKM Level 3 Berakhir Hari Ini, Pemprov DKI Harap Kondisi Jakarta Makin Baik

“DKI Jakarta per kemarin menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 268 menjadi 95 kematian dalam sehari,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Minggu (25/7/2021).

Kendati demikian, DKI Jakarta harus memperhatikan lagi tingkat kepatuhan menjaga jarak. Sebab, masih banyak wilayah yang tercatat tidak patuh.

“Di DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Banten lebih dari 30 persen desa atau kelurahannya tidak patuh menjaga jarak,” imbuh Wiku.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini telah dilakukan tes PCR sebanyak 45.197 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 32.993 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 8.033 positif dan 24.960 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 11.581 orang, dengan hasil 1.064 positif dan 10.517 negatif. Adapun target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu, untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

“Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 200.526 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 477.734 per sejuta penduduk,” kata Dwi.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 6.563 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 79.635 orang. Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 778.520 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 687.864 dengan tingkat kesembuhan 88,4 persen. Total 11.021 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen.