Kamis,  29 February 2024

BUMD DKI Diguyur Rp7,25 Triliun, Orang Titipan Benalu Atau Numapng Hidup?

RN/NS
BUMD DKI Diguyur Rp7,25 Triliun, Orang Titipan Benalu Atau Numapng Hidup?
Edisi cetak Radar Nonstop.

RN - BUMD DKI Jakarta sumringah. Para perusahaan daerah itu kembali diguyur dana jumbo. 

Diketahui, DPRD dan pemprov telah mengesahkan Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 dengan nilai anggaran Rp81.716.573.026.059 dalam rapat paripurna, Selasa 14 November 2023.

Rp81,71 triliun berasal dari pendapatan daerah yang ditargetkan Rp72,4 triliun serta penerimaan pembiayaan sebesar Rp9,2 triliun.

BERITA TERKAIT :
HBH Kalap Jadi Gubernur DKI, Halte Busway Jadi Tempat Mejeng
Spanduknya Di DKI Makin Banyak, HBH Harus Waspada Dengan PDIP & PKS

Kemudian, postur anggaran Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp9,1 triliun terdiri dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp7,25 triliun dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo Rp1,86 triliun.

Duit jombo PMD itu untuk bantuan modal usaha perusahaan daerah. "Ini lagi-lagi banyak yang ngaco, kenapa BUMD setiap tahun diguyur duit PMD," tegas pengamat politik, Tamil Selvan kepada wartawan, Rabu (15/11). 

Tamil curiga PMD BUMD telah menguras atau menjebol dana ABPD DKI. "Harusnya Pak Heru sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta sadar," sindirnya. 

Tapi Tamil menduga diamnya Heru Budi Hartono alias HBH sebagai Pj Gubernur DKI karena banyak orang titipan di BUMD. "Inikan jadi gak sehat, orang titipan BUMD kerja dong jangan jadi benalu dan numpang hidup doang," ungkapnya. 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz sebelumnya menjelaskan, besaran APBD DKI Jakarta sebesar Rp81,71 triliun berasal dari Pendapatan Daerah yang ditargetkan Rp72,4 triliun serta penerimaan pembiayaan sebesar Rp9,2 triliun.

"Pembiayaan daerah sebesar Rp9,2 triliun, terdiri dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun sebelumnya Rp3,85 triliun dan Penerimaan Pinjaman Daerah Rp5,41 triliun," kata Abdul saat paripurna.

Kemudian, postur anggaran Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp9,1 triliun terdiri dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp7,25 triliun dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo Rp1,86 triliun.

HBH menyatakan siap berkolaborasi dengan DPRD untuk menjalankan program-program yang bermanfaat untuk masyarakat DKI.

"Dengan persetujuan Dewan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024, Eksekutif berharap bahwa sinergi di antara kita terus meningkat, serta memfokuskan dan mengoptimalkan berbagai program kerja strategis yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat," ucap Heru.

Sebagai informasi, nilai anggaran APBD DKI Jakarta 2024 naik 2,58 persen dari APBD Perubahan 2023 yang disepakati sebesar Rp79,52 triliun.

HBH mengklaim bahwa program kerja yang telah disusun bakal berpihak kepada kepentingan masyarakat.