Kamis,  13 June 2024

Pencipta Lagu "Bilang Saja" Somasi Penyelenggara Konser Agnez Mo Rp 1,5 Miliar

RN/NS
Pencipta Lagu
Agnez Mo

RN - Agnez Mo bisa keseret gugatan yang dilayangkan komposer Ari Bias. Ari adalah pencipta lagu "Bilang Saja" yang dipopulerkan oleh Agnez Mo.

Dia melayangkan somasi terhadap penyelenggara konser sang penyanyi. Somasi tersebut menuntut penyelenggara konser membayar uang penalti sebesar Rp 1,5 miliar.

Hal tersebut disampaikan Ari Bias dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. Cuplikan dari sesi media tersebut juga disiarkan di berbagai platform media sosial, termasuk unggahan lewat akun Instagram Asosiasi Komposer Musik Indonesia, @aksibersatu.

BERITA TERKAIT :
Rey Utami Si Ratu Properti Punya Harta Rp 6,3 Triliun, Jadi Artis Paling Tajir

Pengacara Minola Sebayang yang mewakili Ari menyampaikan bahwa kliennya telah melayangkan somasi tertutup secara tertulis kepada penyelenggara tiga konser Agnez Mo pada Mei 2023. Penyelenggara konser itu adalah HW Group atau PT Aneka Bintang Gading.

Menurut Minola, somasi terkait tuntutan pertanggungjawaban tiga konser yang sudah digelar setahun lalu tersebut juga disampaikan kepada Agnez Mo, yang membawakan lagu tersebut dalam konser. Akan tetapi, dia mengatakan penalti ditujukan kepada penyelenggara konser.

"Pelanggaran untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan membayarkan penalti atas pelanggaran tersebut sebesar Rp 1,5 miliar dengan rincian masing-masing konser sebesar Rp 500 juta," kata Minola.

Sebelumnya, Ari Bias telah menyatakan secara terbuka bahwa dia melarang Agnez Mo membawakan lagu-lagu ciptaannya dalam konser, apabila tidak ada izin langsung darinya (direct license). Adapun deretan lagu ciptaan Ari untuk Agnez Mo, yakni "Ku Di Sini" dan "Bilang Saja", serta lagu "Bukan Milikmu Lagi" dan "Tak Akan Sampai Di Sini" yang diciptakan Ari bersama Mufari.

Alasan Ari di balik larangan itu adalah kegagalan ekosistem industri musik, sehingga pencipta lagu tidak mendapat hak royaltinya. Lewat unggahannya di akun Instagram @ari_bias, Ari menyebut penyelenggara acara dan pelaku pertunjukan tidak membayar royalti pertunjukan musik ke Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).