Rabu,  03 March 2021

Corona Klaster Keluarga Di DKI Makin Beringas  

NS/RN
Corona Klaster Keluarga Di DKI Makin Beringas  
Anies Baswedan di RSUD Cengkareng, Jakbar.

RN - Corona klaster keluarga makin beringas. Hingga Minggu (24/1) malam, korban wafat akibat Corona di Jakarta mencapai 4.024. 

Anies Baswedan di akun Facebooknya dikutip Minggu (24/1/2021) mengatakan, dirinya telah menyaksikan dari dekat detik-detik seorang pasien virus corona (Covid-19) di RSUD Cengkareng, Jakbar. Katanya, ketika tidak mampu lagi berjuang melawan ganasnya Covid-19 dan terpaksa menyerah pada takdir kematian.

"Pasien itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas, Ia telah jadi jenazah. Kematian dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya," tulis Anies.

BERITA TERKAIT :
Corona DKI Mulai Landai, Kasus Positif Menurun, Zona Merah Hilang
Rina Gunawan Wafat, Para Artis Ikut Berduka 

Dikatakan Anies, saat itu siang hari menjelang pukul 14.00 WIB, di RSUD Cengkareng, dirinya berdiri di depan layar monitor di ruang kontrol yang memonitor setiap pasien ICU. "Kami menyaksikan dari dekat. Peristiwa itu dekat. Apalagi kain putih itu menutup wajah dan badan orang yang kita kenal. Momen yang tak berjarak," katanya.

Tidak lama kemudian, kata Anies, dirinya menemui keluarganya di depan pintu ruang jenazah. "Duka mereka terasa teramat dalam. Sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi secepat itu. Kebersamaan dan gelak tawa berpuluh tahun keluarga itu, kini tersimpan menjadi kenangan," ungkapnya.

Dalam hitungan jam, menjelang maghrib, jasad itu telah tiba di pemakaman dan siap dimasukkan ke peristirahatan terakhirnya di liang kubur.

"Teman-teman semua, ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah: bermula dari tertular Covid-19 dan berujung pada kematian," tuturnya.

Gubernur yang kini mempopulerkan diri dengan panggilan ABW itu, penularan terbanyak saat ini menimpa klaster keluarga. Satu orang terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain.

"Fakta saat ini, paling banyak yang terpapar adalah usia muda, tapi paling banyak meninggal adalah usia tua. Janganlah jadi penular. Ikutlah mencegah penularan," katanya.

Sementara warganet ikut menyambut tulisan Anies. Ada ribuan komentar di akun FB Anies. Seperti akun Efriyeni Yeyen.

"Yg terserang usia muda yg meninggal usia tua dlm cluster keluarga.. karna yg muda lebih liar suka keluyuran pulang2 bawa penyakit yg terserang orang tuanya ????." tulis Yeyen.

Lalu, Indra Prasetyo: Kluster keluarga itu terjadi salah satunya karena ada satu keluarga yang positif covid tapi bukannya isolasi mandiri malah jalan2 dan berkunjung ke keluarga lainnya. Dan keluarga yang dikunjungi pun malah menyambut. Jadilah kluster keluarga yang kedua. Begitu seterusnya. Butuh kesadaran dari mereka yang positif covid untuk isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas kesehatan, bukannya malah jalan2 karena merasa baik2 aja (OTG). Dan butuh kesadaran juga dari keluarga yang dikunjungi untuk tidak menemui mereka karena hanya akan menciptakan kluster keluarga baru.

Sementara Nurida Septiawati: Semoga wabah ini segera pergi berlalu semoga semuanya kembali normal seperti sediakala walau terdengar bagai mimpi dan harapan semu.... tak ada salahnya kita berdoa dan berharap.... In shaa Allah , buat Pak Anies sehat selalu pak ditengah kerja dan kar… Lihat Selengkapnya

Agustina Itu Utien: Dalam hadis lain disebutkan bahwa dari Abu Hurairah diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: "Orang syahid itu ada lima: orang terkena wabah penyakit, orang mati karena sakit di dalam perutnya, orang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan bangunan, dan oran…