Minggu,  24 October 2021

Banyak Anak Di Kota Bogor Kehilangan Orangtua Akibat Corona

NS/RN
Banyak Anak Di Kota Bogor Kehilangan Orangtua Akibat Corona
Ilustrasi

RN - Corona memang menyerang siapa saja. Bahkan, Corona juga membuat anak-anak menjadi yatim piatu akibat orangtuanya wafat. 

Di Kota Bogor, ada sekitar 311 anak kehilangan orangtuanya yang meninggal dunia akibat covid-19 selama pandemi. Dari jumlah tersebut, 11 anak di antaranya bahkan telah menjadi yatim piatu.

"Yatim piatu karena Covid ada 11. Yang 300 itu bisa yatim bisa piatu," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

BERITA TERKAIT :
Ancaman Corona Gelombang Ketiga Bikin Merinding
Korban Tewas Akibat Corona Di Jakarta Sudah Nol  

Dedie menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah berencana mengakomodir anak-anak tersebut untuk bisa mendapat beasiswa. Atau dalam bentuk perhatian lainnya yang dibutuhkan anak-anak.

"Seluruhnya akan kita pikirkan apakah kita akan memberikan semacam beasiswa terutama yang yatim piatu atau ada bantuan bantuan lain yang sifatnya mungkin rutin. Kita usulkan mereka menerima juga misalnya kartu sembako misalnya kan. Itu juga sedang kita pikirkan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor Dudih Syiarudin mengatakan pemerintah daerah harus hadir memberikan jaminan kepada anak-anak yang ditinggal meninggal orang tuanya karena covid-19.

Hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi nasional pemenuhan dan perlindungan anak korban kehilangan orang tua karena pandemi covid-19.

"Kondisi ini rentan bagi anak baik psikologis, fisik, hingga menjadi korban kekerasan. KPAI, Kementerian dan lembaga pemerintah, organisasi sosial dan keagamaan, perlu mengupayakan pemenuhan hak anak yang terdampak covid-19 dapat menjalani tumbuh kembangnya dengan baik," ucap Dudih.

Dalam rapat tersebut, setidaknya ada sejumlah rekomendasi yang mesti diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam penanganan anak-anak yang menjadi korban pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mendirikan sekertariat bersama.

"Kami mendorong agar ada sinergi dan koordinasi pendataan secara berkesinambungan terhadap anak korban kehilangan orang tua di masa pandemi dengan mendirikan Sekretariat Bersama. Sekretariat ini menjadi pusat layanan untuk anak-anak," tutupnya.