Rabu,  29 May 2024

Mentan Amran Cetuskan Program Magang Petani Indonesia ke Taiwan

Zaber Lubis
Mentan Amran Cetuskan Program Magang Petani Indonesia ke Taiwan
Menteri Pertanian, Andi Amran bersama Kementan Taiwan

RADAR NONSTOP - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran sangat menginginkan penggunaan teknologi modern dan petani yang inovatif.

Jika dua faktor tersebut (teknologi dan petani inovatif) terpenuhi, maka pembangunan pertanian akan berbanding lurus dengan meningkatnya produksi. Hasilnya, kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani terwujud.

Untuk mewujudkan ini, Mentan Amran melakukan kunjungan kerja ke Taiwan pada tanggal 9 Oktober 2018, diterima langsung oleh Menteri Pertanian Taiwan, Mr. Tsung-Hsien Lin. 

BERITA TERKAIT :
Lagi Kena COVID-19 Diminta Duit 450 Juta Oleh SYL, Eks Ajduan (Panji) Yang Kumpulkan Dana
Aksi Peras Di Kementan, Diteror Hingga Ancaman Mutasi 

Lawatan orang nomor wahid di Kementerian Pertanian di Taipei ini membuahkan hasil. Kedua negara, Indonesia dan Taiwan sepakat bekerja sama dalam Program Magang Petani Indonesia di Taiwan.

Hasil dari kerja sama ini, harap Amran, akan menciptakan generasi muda pertanian yang memahami teknologi modern dan inovatif.

“Kami melakukan pertemuan informal dengan Menteri Pertanian Taiwan. Pihak Taiwan menawarkan program magang yang memberikan kesempatan bagi petani Indonesia untuk mempelajari sistem pertanian modern langsung dari petani Taiwan,” demikian ujar Amran di Jakarta, Minggu (14/10).

Amran menyebutkan kerja sama ini sangat strategis guna mendukung program Kementan dalam menciptakan SDM pertanian yang inovatif. Sebab tanpa SDM dan teknologi, mustahil sektor pertanian bisa maju dan Indonesia menjadi lumbun pangan dunia.

“Kerangka acuan kerja untuk pelaksanaan program magang akan segera dibahas secara intensif oleh kedua belah pihak. Dalam waktu dekat diharapkan sudah dapat direalisasikan program magang tahap pertama bagi 40 orang petani Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut Amran menuturkan, program magang ini kedepannya akan terus diperluas termasuk program magang dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Indonesia untuk pengembangan industri gula. Calon tenaga kerja, baik pada sektor onfarm maupun sektor hilirasi juga akan dimagangkan di Taiwan.

Kunjungan ke Taiwan juga membahas komitmen investasi Taiwan mengembangkan industri gula di Indonesia Rp 20 triliun, membuka pasar ekspor manggis Indonesia ke Taiwan, serta kerjasama Pengembangan Rain Water Harvesting System.

“Ini sebagai bentuk komitmen penguatan kemitraan yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak,” pungkas Amran.